Semarang (13/9). Kementerian Agama resmi mengubah pola penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional dari agenda dua tahunan menjadi agenda tahunan. Keputusan ini sekaligus mengakhiri gelaran Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) yang sebelumnya diadakan berselang-seling dengan MTQ.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar menegaskan perubahan kebijakan tersebut saat memberikan sambutan pada pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9).
“Kami sampaikan bahwa kita tidak mengadakan lagi STQ. Demi syiar Islam, Kementerian Agama memutuskan mulai saat ini yang kita lakukan setiap tahun adalah MTQ,” tegas Nasaruddin.
Menag menjelaskan, besarnya energi dan persiapan yang dikeluarkan daerah dalam menyelenggarakan STQ relatif sama dengan MTQ. Oleh karena itu, penggabungan fokus ke dalam MTQ dinilai lebih efektif.
Perjalanan MTQ di Indonesia sendiri bermula dari tradisi membaca Al-Qur’an di tengah masyarakat. Dari majelis para qari, kegiatan ini terus berkembang hingga dilembagakan oleh pemerintah menjadi tradisi nasional. Cabang yang diperlombakan dalam MTQ mencakup Tilawah, Tahfidz, Tafsir bi Al-Arabiyyah, Syarh, Khath, hingga Musabaqah Fahm Al-Qur’an (cerdas cermat).
Pembukaan MTQ Nasional XXXI ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, tokoh agama, serta elemen masyarakat dari berbagai wilayah. Tampak hadir Wali Kota Jakarta Selatan Dr. Ir. Syafrin Liputo bersama Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra), MUI DKI Jakarta, Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta, serta Kepala Biro Dikmental DKI Jakarta, M. Matsani.
Dalam kesempatan tersebut, Pengurus LDII Semarang sekaligus mewakili LDII Jakarta Selatan mendampingi Kepala Biro Dikmental DKI Jakarta, M. Matsani, yang hadir memenuhi undangan penyelenggara. M. Matsani menyampaikan apresiasi tinggi atas sambutan hangat serta partisipasi aktif jajaran pengurus dan warga LDII.


“Kami sangat mengapresiasi kerapian dan kehangatan penyambutan dari teman-teman LDII di berbagai daerah. Sambutannya sangat luar biasa. Ke depan, kami berencana untuk menjalin silaturahmi dan berkunjung ke jajaran pengurus LDII lainnya di Jawa Tengah,” ungkap Matsani.
Tak hanya itu, penyelenggaraan MTQ Nasional kali ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai sukses membangun kolaborasi lintas sektor. Selain melibatkan instansi pemerintah dan perguruan tinggi, ajang nasional ini turut menggandeng pelaku UMKM, ulama, tokoh masyarakat, hingga komunitas lintas agama.[ANR]
